TIMES INDONESIA – Jaringan rumah sakit KMI Healthcare kini memperluas jangkauan wisata medis di Malaysia dengan memperkenalkan Kuala Terengganu dan Kuantan sebagai destinasi alternatif bagi pasien internasional, termasuk dari Indonesia. Langkah ini diambil untuk menjawab meningkatnya permintaan masyarakat akan layanan kesehatan berkualitas dengan suasana yang lebih tenang.
Selama ini, masyarakat Indonesia cenderung memilih Penang, Melaka, atau Kuala Lumpur sebagai tujuan utama pengobatan. Namun, dengan aksesibilitas yang semakin mudah—hanya dua jam penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur, dilanjutkan dengan penerbangan domestik atau jalur darat—Kuala Terengganu dan Kuantan kini menjadi opsi strategis bagi pasien yang mencari perawatan medis dengan waktu tunggu lebih singkat.
KMI Healthcare, yang merupakan bagian dari Kumpulan Medic Iman, telah beroperasi selama hampir tiga dekade di Malaysia. Melalui lima rumah sakit spesialisnya, jaringan ini mengedepankan pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centred care) dengan dukungan teknologi medis mutakhir.
Di Kuala Terengganu, KMI Kuala Terengganu Medical Centre menawarkan layanan spesialis lengkap, mulai dari kardiologi hingga bedah umum. Keunggulan rumah sakit ini terletak pada fasilitas kamar rawat inap single room yang memberikan privasi tinggi, serta pemandangan laut yang menenangkan untuk mendukung proses pemulihan pasien.
"Kami menawarkan kamar dengan pemandangan kota dan laut yang cantik. Harapannya, kami dapat menarik lebih banyak pasien Indonesia sekaligus mengembangkan industri pariwisata di Terengganu," ujar General Manager KMI Kuala Terengganu Medical Centre, Muhammad Ghazali Zainal Yusof.
Sementara itu, KMI Kuantan Medical Centre yang telah beroperasi sejak 1997 juga terus melakukan ekspansi. Medical Director KMI Kuantan Medical Centre, Prof. Dr. Mokhtar bin Awang, mengungkapkan rencana pengembangan fasilitas baru yang mencakup lebih dari 80 kamar tambahan. "Kami tengah membangun pusat keunggulan (center of excellence) untuk onkologi, kardiologi, dan rehabilitasi guna melengkapi layanan yang ada," jelasnya.
Selain fasilitas medis, kedua kota ini menawarkan daya tarik wisata yang mendukung masa pemulihan. Kuala Terengganu dikenal dengan ikon Kuala Terengganu Drawbridge dan kuliner khas di Pasar Payang. Sementara Kuantan menawarkan pemandangan kota dari menara Kuantan 188, edukasi sejarah di Muzium Sungai Lembing, hingga relaksasi di pantai Teluk Chempedak.
Kombinasi antara layanan kesehatan berstandar internasional dan destinasi wisata yang nyaman menjadikan Kuala Terengganu dan Kuantan sebagai pilihan baru yang kompetitif bagi masyarakat Indonesia yang ingin menjalani pengobatan di luar negeri.