TIMESINDONESIA.MY.ID - Kebakaran besar melanda sebuah pabrik alat tulis kantor (ATK) yang berlokasi di kawasan Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026, dan hingga larut malam api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi telah dikerahkan ke lokasi kejadian sejak api pertama kali dilaporkan. Upaya pemadaman berlangsung intensif, namun api menunjukkan perlawanan yang cukup gigih.
Api diketahui telah berkobar selama lebih dari enam jam sejak dilaporkan pertama kali. Tim pemadam kebakaran terus berusaha mengendalikan situasi di tengah kobaran api yang masih membahayakan.
"Masih pendinginan," ujar Komandan Kompi B Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Haryanto, saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (17/8/2026) pukul 22.41 WIB. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun api utama mungkin sudah terkendali, proses pendinginan masih memerlukan waktu dan kewaspadaan tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari kebakaran pabrik ATK di Bekasi Utara tersebut belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan awal untuk mengidentifikasi sumber api.
Meskipun skala kebakaran terlihat besar dan berlangsung cukup lama, pihak pemadam kebakaran memberikan kepastian mengenai keselamatan jiwa. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden kebakaran ini.
Proses pemadaman yang memakan waktu berjam-jam ini menunjukkan skala kebakaran yang cukup signifikan. Tim pemadam kebakaran mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk memadamkan api dan mencegahnya merembet ke area lain.
Lokasi kejadian di Kaliabang, Bekasi Utara, menjadi fokus perhatian tim pemadam kebakaran. Upaya pengendalian api terus dilakukan dengan harapan dapat segera mengakhiri situasi darurat ini.
Dikutip dari informasi yang dihimpun, petugas masih berupaya melakukan pendinginan secara menyeluruh di area pabrik yang terbakar. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang dapat memicu kebakaran kembali.