TIMESINDONESIA.MY.ID - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama dengan PT Danantara Asset Management (DAM) telah menyatakan komitmen kuat untuk mengawal proses penyehatan PT Pos Indonesia (Persero). Upaya ini bertujuan agar perusahaan pelat merah tersebut dapat kembali bangkit dan tumbuh.
Sinergi ini terwujud dalam sebuah pertemuan penting yang melibatkan perwakilan serikat pekerja dan jajaran manajemen PT Pos Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan langkah dan strategi demi masa depan perusahaan.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa seluruh pihak yang hadir telah sepakat untuk berkolaborasi. Kolaborasi ini krusial dalam mempertahankan peran PT Pos Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki nilai strategis bagi bangsa.
Pertemuan yang membahas nasib dan arah PT Pos Indonesia ini diselenggarakan di Kantor DPR RI, Jakarta. Momen penting ini terjadi pada hari Selasa, tanggal 18 Agustus tahun 2026.
"Komisi VI DPR RI sepakat bersama-sama dengan Danantara Asset Management, lalu bersama Danantara, direksi PT Pos, dan serikat pekerja untuk berjuang bersama agar PT Pos bisa kembali bangkit dan sehat," ujar Andre Rosiade.
Pernyataan ini menegaskan adanya kesamaan visi dan misi di antara para pemangku kepentingan. Mereka bersatu padu dalam menghadapi tantangan dan merancang solusi untuk revitalisasi Pos Indonesia.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah memastikan keberlangsungan dan kesehatan finansial PT Pos Indonesia. Dengan demikian, perusahaan dapat terus memberikan kontribusi optimal kepada masyarakat dan perekonomian nasional.
Kerja sama antara lembaga legislatif dan sektor swasta, melalui PT Danantara Asset Management, diharapkan dapat membawa angin segar bagi operasional dan strategi bisnis PT Pos Indonesia ke depan.
Dikutip dari sumber berita, komitmen bersama ini menunjukkan keseriusan dalam upaya penyelamatan dan penguatan salah satu BUMN logistik tertua di Indonesia.