Kejadian ini tidak hanya merampas satu karya seni, tetapi juga mencakup tiga panel berharga yang merupakan bagian dari warisan budaya.

Pencurian tersebut terjadi pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, di sebuah museum yang berlokasi di kota Messina. Kota ini sendiri merupakan tempat kelahiran Antonello da Messina, seorang pelukis yang dikenal luas atas karya-karya religiusnya.

"Kementerian Kebudayaan Italia merilis pernyataan resmi mengenai hilangnya San Gregorio Polyptych, sebuah altarpiece bersusun banyak yang berasal dari abad ke-15," ujar perwakilan Kementerian Kebudayaan Italia.

Karya yang dicuri merupakan bagian penting dari sejarah seni Italia dan memiliki nilai historis serta artistik yang sangat tinggi. Hilangnya objek seni ini menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para pemerhati budaya.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Italia berhasil mengakuisisi kembali karya Antonello da Messina yang berjudul 'Ecce Homo'. Lukisan tersebut dibeli dalam sebuah lelang di New York dengan harga fantastis.

"Nilai dari 'Ecce Homo' yang baru saja diakuisisi mencapai hampir USD 15 juta dolar atau sekitar Rp 269 miliar," ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Pihak berwenang Italia kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap pelaku dan memulihkan karya seni yang hilang.

Dikutip dari AFP, peristiwa ini menimbulkan keprihatinan tentang keamanan koleksi seni yang tak ternilai harganya di museum-museum di Italia.