TIMESINDONESIA.MY.ID - Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) tengah bergulat dengan situasi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat wabah virus Ebola. Kejadian ini telah memecahkan rekor sebagai wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut, menimbulkan keprihatinan global.

Menurut data terbaru yang dirilis oleh Lembaga Kesehatan Masyarakat Kongo, jumlah korban jiwa akibat virus mematikan ini telah menembus angka yang sangat mengkhawatirkan. Total 2.325 orang dilaporkan meninggal dunia, menandai titik terburuk dalam upaya penanganan wabah Ebola di wilayah tersebut.

Peningkatan tajam juga terlihat pada jumlah kasus terkonfirmasi virus Ebola. Angka kumulatif terus bertambah, kini mencapai 4.945 kasus. Situasi ini menunjukkan betapa cepatnya penyebaran virus tersebut di tengah masyarakat.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, data mencatat penambahan 101 kasus baru. Angka ini semakin mempertegas urgensi penanganan dan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Ebola yang terus meluas.

"Wabah virus Ebola yang merebak di wilayah tersebut kini tercatat sebagai yang paling mematikan dalam sejarah negara itu," demikian keterangan yang dirilis oleh TREN.HOTNEWS.ID.

"Data terbaru dari Lembaga Kesehatan Masyarakat Kongo menunjukkan angka korban jiwa telah menembus 2.325 orang," lanjut sumber tersebut.

"Angka ini menandai titik terburuk dalam penanganan wabah Ebola di negara tersebut," tambah TREN.HOTNEWS.ID.

"Total kasus terkonfirmasi virus Ebola terus meningkat tajam, mencapai 4.945 kasus," demikian informasi yang disampaikan.

"Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, tercatat penambahan 101 kasus baru yang mengkhawatirkan," pungkas TREN.HOTNEWS.ID.