TIMESINDONESIA.MY.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyelidikan terkait dugaan manipulasi laporan hasil audit keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyelidikan ini tidak hanya berfokus pada Kabupaten Muara Enim, tetapi juga merambah ke wilayah lain.

Dugaan praktik ini dikaitkan dengan tersangka kasus suap pegawai BPK, yakni Angga dan Titin Rita Lestari. Keduanya diduga terlibat dalam perubahan predikat opini Wajib Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan audit keuangan.

Fokus pendalaman terbaru KPK diarahkan pada pemeriksaan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto (AG). Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk mengungkap sejauh mana praktik tersebut meluas.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyampaikan bahwa penyidik telah menemukan fakta terkait aktivitas audit keuangan di wilayah lain. "Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan fakta bahwa Angga dan Titin juga melakukan audit keuangan di beberapa wilayah lain selain Muara Enim," jelasnya.

Dua wilayah lain yang teridentifikasi dalam penyelidikan ini adalah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kabupaten Empat Lawang. Keberadaan praktik ini di luar Muara Enim membuka kemungkinan adanya pola yang lebih luas.

"Nah ini akan didalami oleh tim penyidik, karena ada pola yang mungkin atau peluang-peluang untuk dilakukan pendalaman," ujar Taufik saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

KPK ingin memastikan apakah modus operandi yang terjadi di Muara Enim memiliki kesamaan dengan yang dilakukan di daerah-daerah lain. "Apakah yang terjadi di Muara Enim itu modelnya sama dengan di daerah-daerah lain yang dilakukan oleh baik itu tersangka A atau tersangka T, begitu," tambahnya.

Penyelidikan ini menunjukkan komitmen KPK untuk memberantas praktik korupsi yang melibatkan institusi negara, termasuk dalam proses audit keuangan. Pendalaman lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap tuntas dugaan manipulasi laporan BPK.

Dikutip dari sumber berita terkait, KPK terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memperjelas peran serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.