TIMESINDONESIA.MY.ID - Perkembangan hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) kian menunjukkan keharmonisan di berbagai bidang strategis. Hubungan kedua negara semakin diperkuat melalui kunjungan resmi Menteri Pertahanan RRT Dong Jun ke tanah air. Dikutip dari KOMPAS.com, lawatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kemitraan dan dialog pertahanan kedua negara.
Dalam rangkaian agenda kunjungannya sejak Kamis (20/8/2026), Dong Jun disambut langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Keduanya mengawali pertemuan dengan meninjau langsung kawasan budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berlokasi di Badung, Bali.
"Sejak kemarin saya menyambut kedatangan beliau di Bali dan kami sempat mengunjungi Garuda Wisnu Kencana. Beliau merasa sangat terkesan serta melihat adanya kemiripan antara kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan yang ada di Tiongkok," kata Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan pernyataan bersama di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Pertemuan bilateral tingkat menteri pertahanan tersebut berlanjut di Jakarta pada Jumat (21/8/2026) untuk mendiskusikan agenda strategis. Pertemuan ini menitikberatkan pada kelanjutan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas serta kemitraan pertahanan yang konstruktif.
"Adanya kesamaan dan kemiripan budaya ini menjadi unsur yang tidak terpisahkan dalam merawat jalinan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam memperkokoh kerja sama bidang pertahanan," ujar Sjafrie Sjamsoeddin.
Di sisi lain, Menhan RRT Dong Jun turut menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah Indonesia. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang reuni diplomasi pertahanan antara kedua pejabat tinggi tersebut.
"Saya merasa sangat senang dapat kembali berkunjung ke Indonesia dan bertemu kembali dengan sahabat lama saya untuk membahas penguatan kerja sama," kata Dong Jun.
Adanya kedekatan kultural dan komunikasi yang intensif antara Menhan RI dan Menhan RRT diproyeksikan memberikan dampak positif bagi stabilitas kawasan. Dialog yang terjalin secara berkesinambungan ini diharapkan mampu memperluas kolaborasi pertahanan yang saling menguntungkan serta mendukung perdamaian regional.