TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) baru saja melaksanakan proses pemulangan terhadap 82 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi WNI yang menghadapi masalah hukum di luar negeri.

Proses repatriasi ini dikoordinasikan langsung oleh Atase Imigrasi di KBRI Kuala Lumpur. Para WNI yang dipulangkan tersebut sebelumnya berada di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Semenyih dan DTI Beranang, Malaysia.

Kegiatan pemulangan secara resmi dilaksanakan pada Jumat (11/8). Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan hak-hak dasar warga negara tetap terjaga meski sedang tersangkut masalah administratif di negara lain.

Operasi pemulangan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja strategis yang dilakukan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto. Dalam kunjungan tersebut, beliau didampingi oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko.

"Kunjungan kerja ke DTI Semenyih pada 4 September 2026 lalu menjadi momentum krusial untuk mempercepat proses pemulangan WNI yang bermasalah," ujar Agus Andrianto.

Dalam kunjungan tersebut, pihak kementerian memastikan bahwa setiap WNI di penampungan mendapatkan penanganan yang sesuai prosedur. Hal ini mencakup pengecekan administrasi hingga koordinasi dengan otoritas setempat untuk kelancaran proses pemulangan.

"Upaya ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI yang mengalami kendala hukum di luar negeri," kata Hendarsam Marantoko.

Dikutip dari sumber berita terkait, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi WNI yang tertahan di pusat penahanan Malaysia agar bisa kembali ke Tanah Air. Pemerintah terus berupaya melakukan diplomasi untuk memastikan hak-hak kemanusiaan WNI di luar negeri tetap terlindungi.

Pihak Kemenimipas berkomitmen untuk terus memantau kondisi WNI di Malaysia melalui perwakilan diplomatik. Sinergi antarinstansi pun terus diperkuat guna meminimalisir kendala yang mungkin terjadi di masa depan.