TIMESINDONESIA.MY.ID - Apple resmi memasuki babak baru dalam sejarah perusahaan setelah John Ternus tampil sebagai CEO dalam acara peluncuran produk besar perusahaan. Momen bersejarah ini berlangsung pada 10 September 2026, menandai transisi kepemimpinan setelah ia menggantikan Tim Cook per 1 September 2026.

Dikutip dari Uzone.id, acara ini menjadi panggung keynote perdana bagi John Ternus dalam kapasitasnya sebagai orang nomor satu di Apple. Kehadirannya tidak sekadar meluncurkan perangkat baru, melainkan menjadi ajang untuk memperkenalkan gaya kepemimpinan barunya kepada publik.

"Saya sangat senang bisa berada di sini hari ini. Sebelum kita mulai, saya ingin meluangkan waktu sejenak untuk menyampaikan betapa luar biasanya kesempatan bagi saya untuk mewakili tim-tim luar biasa di Apple," ujar John Ternus.

Ternus menambahkan bahwa latar belakangnya yang panjang di perusahaan memberikan kesan mendalam terhadap budaya kerja Apple. Ia merasa terinspirasi oleh semangat inovasi yang terus dijaga oleh seluruh tim selama ini.

"Saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya di perusahaan ini, dan hingga hari ini saya terus mendapatkan inspirasi setiap harinya. Rasa ingin tahu, semangat menciptakan sesuatu, dan upaya tanpa henti untuk mencapai kesempurnaan adalah hal yang mendefinisikan Apple," ucap John Ternus.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan visi mengenai peran kecerdasan buatan atau AI dalam ekosistem Apple di masa depan. Menurutnya, teknologi ini akan menjadi jembatan antara kebutuhan personal pengguna dengan layanan digital yang digunakan sehari-hari.

"Ketika melihat masa depan, kami melihat banyak sekali peluang untuk penemuan dan transformasi. AI memungkinkan hadirnya berbagai pengalaman yang benar-benar baru. AI juga bisa menjadi semakin berguna ketika mampu menggabungkan kehidupan Anda dengan aplikasi, layanan, dan produk yang Anda gunakan setiap hari," kata John Ternus.

Ternus memperkenalkan konsep baru yang ia sebut sebagai Intelligent Personal Hub. Ia menekankan bahwa perangkat Apple harus menjadi pusat pengalaman yang memahami konteks personal penggunanya secara mendalam.

"Artinya, produk yang menjadi pusat dari berbagai pengalaman tersebut akan menjadi semakin penting. Saya suka menyebutnya sebagai Intelligent Personal Hub," tutur John Ternus.