TIMESINDONESIA.MY.ID - Bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan DPR RI. Lembaga legislatif tersebut kini tengah mengoordinasikan langkah-langkah strategis untuk menanggulangi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil inisiatif untuk mengantisipasi krisis air tersebut. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (1/9/2026).
"Ya, terkait dengan kekeringan ya, di terutama di Jawa Barat, DPR sudah mengantisipasinya," ujar Saan Mustopa.
Dikutip dari Kompas.com, langkah nyata telah dilakukan oleh pimpinan DPR dengan terjun langsung ke lapangan. Kunjungan tersebut dilakukan pada Minggu lalu guna melihat kondisi masyarakat yang terdampak secara langsung.
Salah satu daerah yang menjadi fokus peninjauan adalah wilayah Cirebon, Jawa Barat. Daerah tersebut dipilih karena dinilai sebagai salah satu titik yang mengalami dampak kekeringan cukup parah.
"Seperti hari Minggu yang lalu pimpinan DPR ke Cirebon, memang itu daerah yang sangat terdampak, beserta dengan apa, Dirjen SDA (Sumber Daya Air), bahkan juga dengan Balai semua, semua stakeholder, untuk sama-sama menangani daerah-daerah yang kekeringan," kata Saan Mustopa.
Pihak DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi di lapangan. Sinergi antara legislatif, pemerintah pusat, dan instansi teknis seperti Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menjadi kunci utama dalam penyelesaian masalah ini.
Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan air bersih bagi warga. Selain itu, pemerintah daerah dan balai terkait diharapkan mampu menjalankan program mitigasi yang lebih berkelanjutan.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab DPR dalam merespons keluhan masyarakat di wilayah Jawa Barat. Pemerintah pusat diharapkan terus memberikan dukungan penuh agar krisis air tidak berkepanjangan.