TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa dugaan keracunan makanan menimpa puluhan warga di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Insiden tersebut secara spesifik terjadi di area Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga.

Dikutip dari media lokal, tercatat sebanyak 25 orang yang terdiri dari siswa sekolah dan guru mengalami gangguan kesehatan. Peristiwa tersebut berlangsung pada Jumat (7/8/2026) setelah para korban menyantap sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Peristiwa keracunan makanan ini disinyalir kuat berasal dari konsumsi menu makan bergizi gratis," kata Kapolsek Dramaga AKP AM Zalukhu.

Para korban yang merasakan keluhan pada pencernaan langsung mendapatkan penanganan medis secara cepat dari tim kesehatan setempat. Langkah siaga ini dilakukan guna mengantisipasi dampak buruk yang lebih luas pada tubuh korban.

Melihat pentingnya keberlanjutan pemenuhan gizi anak, penerapan standar higienitas pangan menjadi kunci utama dalam setiap proses pengolahan makanan massal. Pihak penyedia hidangan diimbau untuk selalu memastikan kebersihan bahan baku, peralatan masak, hingga tempat penyimpanan.

Selain faktor kebersihan, ketepatan waktu distribusi juga sangat memengaruhi kualitas sajian agar tetap segar dan aman dikonsumsi. Makanan siap saji idealnya disantap tidak lebih dari empat jam setelah proses pematangan untuk mencegah tumbuhnya bakteri.

Sebagai langkah pertolongan pertama apabila menemui gejala keracunan, korban dapat diberikan asupan air putih yang cukup atau cairan oralit untuk mencegah dehidrasi. Apabila timbul gejala pusing dan mual yang menetap, segera rujuk korban ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Evaluasi secara berkala terhadap pengelola dapur umum penyedia MBG sangat diperlukan demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama. Sinergi antara pihak sekolah, instansi kesehatan, dan penyedia jasa boga diharapkan dapat mencegah berulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google