TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebanyak 600 mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mendapatkan pembekalan khusus mengenai standar pelayanan sosial. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan sebelum mereka diterjunkan langsung ke lapangan.

Para mahasiswa tersebut nantinya akan melaksanakan pengabdian di 81 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang tersebar di wilayah Surabaya. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan sosial di tingkat akar rumput berjalan lebih optimal.

Kolaborasi antara Kementerian Sosial dan UINSA ini diselenggarakan untuk mendukung Gerakan Peduli Panti Sosial Bermutu. Acara yang dilaksanakan pada Jumat (4/9) tersebut digelar secara hibrida guna memudahkan koordinasi seluruh pihak terkait.

Pertemuan penting ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Sosial Jawa Timur dan Dinas Sosial Kota Surabaya. Selain itu, perwakilan dari Forum LKS setempat juga tampak hadir untuk memberikan dukungan penuh dalam agenda tersebut.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Sosial, pihak kementerian memberikan pemaparan komprehensif mengenai gambaran standar pelayanan yang seharusnya diterapkan di setiap LKS. Materi ini diberikan agar para mahasiswa memahami alur kerja rehabilitasi sosial dengan benar.

"Pembahasan tersebut mencakup pelayanan bagi anak, penyandang disabilitas, lansia, korban Napza, ODHIV, hingga korban perdagangan orang," ujar pihak Kementerian Sosial.

Pihak kementerian menekankan bahwa pemetaan isu rehabilitasi sosial sangat krusial bagi mahasiswa. Hal ini agar mereka siap menghadapi berbagai tantangan kompleks yang ada di panti sosial.

Melalui pembekalan ini, diharapkan kualitas pelayanan di lembaga-lembaga sosial dapat meningkat secara signifikan. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan rehabilitasi sosial.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme dari para peserta. Sinergi antara dunia akademis dan instansi pemerintah ini diharapkan menjadi model percontohan bagi pengabdian masyarakat di masa depan.