TIMESINDONESIA.MY.ID - Industri sinema Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk menembus pasar internasional melalui berbagai program strategis yang dihadirkan oleh kepengurusan baru Badan Perfilman Indonesia (BPI). Program ini dirancang guna memberikan solusi praktis bagi para pembuat film tanah air dalam menghadapi persaingan global.
Inisiatif pengembangan pasar ini diharapkan dapat memperkuat posisi film nasional di tingkat mancanegara secara berkelanjutan. Dikutip dari CNN Indonesia pada Rabu (5/8/2026), langkah berkesinambungan ini menjadi fokus utama kepengurusan organisasi dalam beberapa tahun ke depan.
Ketua BPI terpilih untuk periode 2026-2029, Fauzan Zidni, menegaskan bahwa penataan strategi penetrasi pasar internasional merupakan prioritas kepemimpinannya. Langkah ini diambil untuk menjawab berbagai tantangan yang kerap dihadapi oleh para pelaku industri kreatif lokal.
"Fokus utama kepemimpinan kami adalah memperluas jangkauan pasar sinema tanah air agar mampu menembus panggung dunia secara optimal," ujar Fauzan Zidni.
Upaya pengembangan sinema nasional dipandang membutuhkan pendekatan yang praktis dan terukur. Melalui efisiensi tata kelola serta fasilitas yang memadai, BPI berupaya menciptakan ekosistem pendukung yang kuat bagi para sineas.
"Kami berkomitmen memfasilitasi para pembuat film lokal agar mereka memiliki daya saing yang efisien dan efektif di pasar internasional," kata Fauzan Zidni.
Selain memperluas akses distribusi global, BPI juga menyiapkan peta jalan bertahap agar karya film Indonesia dapat merambah ajang bergengsi seperti Academy Awards atau Oscar. Persiapan matang menjadi kunci utama agar film nasional mampu memenuhi standar kualifikasi internasional tersebut.
Dukungan nyata dan solusi praktis dari BPI diharapkan dapat mendorong lebih banyak karya anak bangsa untuk dikenal luas di mancanegara. Sinergi ini sekaligus membuktikan keberlanjutan potensi ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia.