TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan diminta untuk segera memberikan perhatian khusus terhadap krisis kesehatan yang terjadi di Kalimantan Barat. Hal ini menyusul meningkatnya jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara signifikan di wilayah tersebut.
Data terkini menunjukkan bahwa angka penderita ISPA di Kalimantan Barat telah mencapai 165 ribu kasus. Kondisi ini dipicu oleh paparan kabut asap yang masif akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai titik.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas situasi darurat kesehatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat ribuan warga terdampak gangguan pernapasan.
"Kemenkes perlu turun tangan untuk menangani dampak karhutla terhadap munculnya penyakit ISPA yang sudah mencapai 165 ribu kasus," ujar Yahya.
Dikutip dari sumber berita terkait, desakan ini disampaikan Yahya kepada para wartawan pada Minggu (30/8/2026). Ia menekankan urgensi intervensi medis bagi masyarakat yang berada di zona merah terdampak asap.
Menurut pandangan Yahya, pemerintah perlu segera menyusun protokol kesehatan yang ketat bagi masyarakat setempat. Salah satu langkah preventif yang krusial adalah kewajiban penggunaan masker bagi seluruh warga guna meminimalisir risiko paparan udara tidak sehat.
"Kemenkes perlu menetapkan protokol kesehatan bagi warga Kalbar seperti harus memakai masker. Bahkan, kata dia, jika diperlukan melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman," kata Yahya.
Langkah evakuasi menjadi opsi terakhir yang disarankan oleh pihak legislatif jika kualitas udara di lokasi terdampak sudah tidak lagi memungkinkan untuk dihuni. Perlindungan kesehatan warga harus menjadi prioritas utama di tengah bencana lingkungan yang sedang berlangsung.
Hingga saat ini, koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat berjalan lebih intensif. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas kesehatan setempat selama masa karhutla masih berlangsung.