TIMESINDONESIA.MY.ID - Seorang mahasiswa di Makassar, yang diidentifikasi dengan inisial EE (23), dilaporkan telah diamankan oleh pihak kepolisian. Penangkapan ini dilakukan setelah ia diduga kuat merekayasa skenario penculikan dirinya sendiri.

Tujuan utama dari rekayasa ini adalah untuk mendapatkan sejumlah uang tebusan. EE dilaporkan meminta uang senilai Rp 90 juta dari orang tuanya.

Kasus ini bermula ketika orang tua mahasiswa tersebut kehilangan kontak dengan anaknya. Kekhawatiran pun muncul, yang kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib.

Selanjutnya, orang tua mahasiswa tersebut menerima pesan dari pihak yang tidak dikenal. Pihak tersebut mengklaim telah menyekap putra mereka dan meminta uang tebusan.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala. Ia menjelaskan bahwa laporan awal diterima pada hari Jumat, 7 Agustus.

"Berawal dari adanya pengaduan masyarakat di Polrestabes Makassar ke Jatanras tentang adanya peristiwa di mana anaknya yang seorang mahasiswa hilang kontak dengan orang tuanya," jelas AKP Sangkala. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, 12 Agustus.

Modus operandi ini diduga kuat dilakukan oleh EE sendiri untuk mendapatkan keuntungan finansial dari keluarganya. Pihak kepolisian kini tengah mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian ini.

Aksi rekayasa ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi finansial atau tekanan lain yang mungkin dihadapi oleh mahasiswa tersebut. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap akar permasalahan ini.

Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai bentuk penipuan, termasuk yang memanfaatkan rasa khawatir keluarga.