TIMESINDONESIA.MY.ID - Situasi demonstrasi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia di kawasan Tosari, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/6/2026) sempat diwarnai insiden medis. Salah seorang peserta aksi dilaporkan kehilangan kesadaran di tengah keramaian.
Tim medis dari Polda Metro Jaya yang bersiaga di lokasi demonstrasi segera bergerak cepat begitu mengetahui adanya mahasiswa yang pingsan. Pertolongan pertama diberikan langsung di tempat kejadian untuk memastikan kondisi peserta aksi tersebut.
Mahasiswa yang pingsan tersebut diketahui berinisial AF. Penanganan medis segera dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel TNI dan Biddokkes Polda Metro Jaya.
"Selanjutnya tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap ada satu mahasiswa yang tadi pingsan dengan inisial AF, ini sudah diberikan bantuan medis oleh gabungan dari tim TNI dan Biddokkes Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Pernyataan ini disampaikan Budi Hermanto seusai kegiatan demonstrasi di Jakarta Pusat.
Setelah menerima pertolongan pertama di lokasi, AF kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa mahasiswa tersebut mendapatkan penanganan medis lanjutan yang lebih komprehensif.
Kondisi AF pasca-pingsan dilaporkan telah menunjukkan perkembangan positif. Pihak kepolisian menginformasikan bahwa yang bersangkutan kini sudah dalam keadaan sadar.
Peristiwa ini menunjukkan kesiapsiagaan tim medis dalam mengantisipasi dan menangani berbagai situasi yang mungkin timbul selama kegiatan unjuk rasa berlangsung. Kehadiran tim medis menjadi elemen penting dalam menjaga keselamatan peserta aksi.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan dan kondisi fisik saat mengikuti kegiatan publik yang melibatkan banyak orang dan potensi kelelahan.
Dikutip dari sumber berita, tim medis Polda Metro Jaya menunjukkan profesionalisme dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat medis yang dialami salah satu peserta demo.