- TIMESINDONESIA.MY.ID - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, membeberkan sebuah momen ketika dirinya pernah memberikan masukan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto. Masukan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh pemerintah.
Inti dari saran yang disampaikan Megawati adalah agar menu dalam program MBG dapat disajikan secara lebih bervariasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan asupan gizi bagi para penerima manfaat program tersebut.
Peristiwa ini terungkap saat Megawati hadir dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II. Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada hari Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam pidatonya, Megawati mengamati kehadiran sejumlah ibu-ibu dalam forum tersebut. Ia kemudian menyampaikan kekhawatiran bahwa para hadirin, khususnya ibu-ibu, mungkin tidak sepenuhnya menyimak jalannya acara yang sedang berlangsung.
"Jadi ini saya lihat banyak ibu-ibu, Alhamdulillah. Karena yang paling susah untuk diajari itu ibu-ibu," kata Megawati. Ia menambahkan bahwa meskipun terlihat menyimak, terkadang perhatian mereka bisa teralihkan.
Megawati juga sempat menanyakan asal-usul banyaknya seragam yang dikenakan oleh para guru sekolah yang hadir. Pertanyaan ini muncul dari dalam hatinya, mempertanyakan sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi Pancasila yang dibahas.
"Betul. Lah saya kan ibu-ibu. Kayaknya mendengarkan tetapi ternyata tidak. Tadi saya tanya pada beliau itu banyak seragamnya dari mana ya tadi itu. Karena katanya oh guru-guru sekolah. Waduh, dalam batin saya, apa iya ya sih yang namanya nanti bisa mengerti urusan Pancasila," ujar Megawati.
Pernyataan mengenai saran kepada Presiden Prabowo ini dikutip dari kanal YouTube BPIP dan disiarkan pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Momen ini menunjukkan adanya komunikasi dan pertukaran pandangan antar tokoh bangsa mengenai program strategis pemerintah.
Dikutip dari YouTube BPIP, Megawati menyampaikan, "Jadi ini saya lihat banyak ibu-ibu, Alhamdulillah. Karena yang paling susah untuk diajari itu ibu-ibu."