TIMESINDONESIA.MY.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani, baru-baru ini menegaskan kembali urgensi penguatan Empat Pilar kebangsaan. Pilar-pilar ini dianggap sebagai fondasi krusial yang menopang persatuan bangsa dan pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas pada tahun 2045.

Penegasan penting ini disampaikan oleh Ahmad Muzani saat dirinya didapuk menjadi pembicara utama dalam sebuah acara Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Nusantara V, yang berlokasi di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting ini juga turut menyertakan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Ma'ruf Amin. Kehadirannya menambah bobot diskusi yang berlangsung mengenai isu-isu kebangsaan.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh pengurus Pesantren Tebuireng, Abdul Hakim Mahfudz, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, serta akademisi terkemuka Yudi Latief. Seluruh anggota Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) turut memeriahkan suasana.

Dalam pidatonya, Ahmad Muzani menyoroti keterkaitan erat antara pembahasan mengenai Qanun Asasi dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ia memandang konsep ini sebagai elemen penting dalam membentuk identitas nasional.

"Pembahasan mengenai Qanun Asasi memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, khususnya dalam membangun kesadaran kebangsaan, menjaga persatuan, dan merawat keutuhan NKRI," ujar Ahmad Muzani.

Beliau menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai fundamental kebangsaan, yang tercakup dalam konsep Qanun Asasi, sangat vital. Hal ini diperlukan untuk menjaga kohesi sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut, Muzani menggarisbawahi bahwa penguatan Empat Pilar kebangsaan, yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, adalah kunci utama. Pilar-pilar ini menjadi landasan filosofis dan ideologis dalam setiap upaya pembangunan.

Beliau juga menyampaikan pandangannya bahwa konsistensi dalam mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar kebangsaan akan menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan solid. Hal ini akan mempermudah pencapaian cita-cita bangsa, termasuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.