TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, dinamika politik nasional mulai menunjukkan geliat baru seiring dengan persiapan berbagai pihak menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Sejumlah pengamat menilai partai politik saat ini sedang berupaya memperkuat basis kekuatan mereka.
Founder Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio, menyebutkan bahwa partai-partai kini tengah sibuk memanaskan mesin organisasi. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan awal dalam menyongsong pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Dalam pengamatannya, terdapat dua poros utama yang menjadi sorotan publik, yakni "kubu Solo" yang terdiri dari Joko Widodo beserta keluarga dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Di sisi lain, terdapat "kubu Cikeas" yang melibatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama keluarga dan Partai Demokrat.
"Kalau kemudian ada dua kubu Solo dan Cikeas, itu sih menurut saya kubu biasa saja, saling mengintip, bersiap-siap memanaskan mesin, sama-sama cari duit, ngumpulin duit," ujar Hendri Satrio dalam program Gaspol Podcast Kompas.com, Sabtu (12/9/2026).
Hendri menjelaskan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh kedua kubu tersebut merupakan hal yang wajar dalam dunia politik. Mereka saat ini sedang fokus pada konsolidasi internal serta penguatan sumber daya untuk langkah ke depan.
Lebih lanjut, Hendri menilai bahwa kubu-kubu ini mulai melakukan kalkulasi terhadap peta politik yang akan terbentuk di masa mendatang. Fokus utamanya adalah memetakan strategi dalam menghadapi dinamika yang mungkin terjadi menjelang tahun 2029.
"Hendri menilai, kubu-kubu ini mulai memanaskan mesin untuk menghitung peta politik ke depan, termasuk soal calon wakil presiden (cawapres) yang bakal digandeng Presiden Prabowo Subianto, seandainya ia kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2029," ungkap Hendri Satrio.
Diskusi tersebut juga menyinggung mengenai posisi Presiden Prabowo Subianto dalam kontestasi mendatang. Kebutuhan akan sosok pendamping atau calon wakil presiden dianggap menjadi salah satu variabel kunci yang mulai diperhitungkan oleh berbagai pihak.
Meskipun aktivitas politik mulai terlihat, Hendri mencatat bahwa belum ada langkah-langkah besar atau manuver yang bersifat menentukan dari kedua kubu tersebut. Situasi saat ini masih dalam tahap pengamatan dan persiapan teknis.