TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, perhatian publik tertuju pada kasus meninggalnya Serda Ahmad Muzammil Farisa akibat tindak kekerasan. Peristiwa ini memicu desakan dari pihak legislatif agar institusi militer melakukan pembenahan internal.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, memberikan tanggapan terkait insiden yang sangat disayangkan tersebut. Ia menekankan bahwa kasus ini harus menjadi momentum evaluasi bagi TNI.

"Kejadian ini juga perlu menjadi bahan evaluasi agar proses pembinaan dan penegakan disiplin di lingkungan satuan dapat terus diperkuat," ujar Dave Laksono.

Menurut Dave, evaluasi tersebut sangat krusial untuk memastikan proses pembinaan prajurit berjalan sesuai koridor yang berlaku. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tindak kekerasan terhadap sesama prajurit merupakan pelanggaran berat. Perbuatan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, apalagi hingga menghilangkan nyawa seseorang.

"Tindakan kekerasan terhadap sesama prajurit tidak dapat dibenarkan, terlebih jika sampai menyebabkan hilangnya nyawa," kata Dave Laksono.

Dalam pandangan politisi tersebut, kehidupan militer memang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai disiplin. Namun, kedisiplinan tersebut harus tetap dijalankan dengan cara-cara yang benar.

"Menurut dia, disiplin dan ketegasan merupakan bagian kehidupan militer," ungkap Dave Laksono.

Ia mengingatkan bahwa ketegasan dalam lingkungan TNI tidak boleh dijadikan kedok untuk melegalkan aksi kekerasan. Segala bentuk penerapan aturan harus tetap merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku.