TIMESINDONESIA.MY.ID - Proses pemilihan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama memasuki babak krusial. Sebanyak sembilan kiai telah resmi terpilih sebagai anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU.
Dikutip dari sumber berita terkait, kesembilan tokoh tersebut berhasil meraih suara terbanyak dalam rekapitulasi nasional. Mereka kini memegang mandat penting untuk menentukan sosok Rais Aam dan Ketua Umum PBNU selanjutnya.
Pemilihan anggota AHWA ini dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara yang transparan. Tahapan ini menjadi bagian inti dalam rangkaian agenda Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung pada Minggu (30/8/2026).
Sebelum mencapai hasil akhir, proses seleksi dimulai dari pengusulan nama-nama kandidat. Tercatat ada 34 orang yang awalnya diajukan sebagai calon anggota AHWA oleh para peserta muktamar.
"Sembilan anggota AHWA yang terpilih akan ditetapkan untuk kemudian menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU," demikian keterangan yang dihimpun dari dokumen resmi panitia.
Proses rekapitulasi dilakukan secara cermat untuk memastikan akurasi perolehan suara. Dari 34 nama yang masuk dalam bursa calon, hanya mereka yang meraih dukungan terbanyak yang berhak menduduki kursi anggota AHWA.
"Sembilan anggota peraih suara terbanyak ini kemudian akan disahkan sebagai anggota AHWA dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama," lanjut keterangan dalam dokumen tersebut.
Kehadiran sembilan anggota AHWA ini dipandang sebagai penentu arah kebijakan organisasi ke depan. Mereka diharapkan mampu menjalankan amanah dalam memilih pemimpin yang membawa kemaslahatan bagi umat.
Seluruh rangkaian proses ini mencerminkan tradisi musyawarah yang dijunjung tinggi oleh warga Nahdliyin. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas dan marwah organisasi dalam menyongsong kepemimpinan baru.