TIMESINDONESIA.MY.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan pengungkapan kasus penyelundupan narkoba jenis ketamin dalam jumlah besar. Tindakan ini dinilai sebagai langkah vital dalam melindungi masyarakat dari ancaman zat berbahaya.

Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini merupakan bagian krusial dari upaya kolektif untuk menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat. Upaya ini secara langsung mencegah masuknya zat yang dapat merusak generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Mendagri setelah menghadiri acara pemusnahan barang bukti hasil penggagalan penyelundupan narkoba jenis ketamin yang mencapai berat 1,3 ton. Acara ini diselenggarakan di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam, Kepulauan Riau.

Peristiwa penting ini berlangsung pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Tanggal ini menjadi penanda penting dalam upaya pencegahan peredaran narkotika di tanah air.

Mendagri Tito Karnavian menyatakan, "Kita tahu bahwa dalam poin penting dari kegiatan hari ini, poin penting kegiatan hari ini, saya melihat ada yang ditangkap atau ditindak." Pernyataan ini menekankan adanya penindakan hukum yang tegas terhadap pelaku.

Pernyataan Mendagri tersebut diungkapkan dalam keterangan tertulis yang dirilis pada hari yang sama. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani isu narkoba.

Keberhasilan pemusnahan 1,3 ton ketamin ini menunjukkan skala ancaman yang dihadapi. Jumlah yang sangat besar ini mengindikasikan jaringan penyelundupan yang signifikan.

Pemerintah daerah memiliki peran yang sangat strategis dalam pencegahan penyalahgunaan ketamin. Mendagri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Upaya pencegahan tidak hanya terbatas pada penindakan, tetapi juga mencakup sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini penting untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya narkoba.