TIMESINDONESIA.MY.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat untuk tidak membiarkan masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjuang sendirian pascagempa bumi yang melanda wilayah tersebut.

Kehadiran menteri, kepala lembaga, serta direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak hari pertama pascagempa, Sabtu (15/8/2026), menjadi bukti nyata dukungan penuh pemerintah pusat.

Dalam kunjungannya ke Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, pada Rabu (19/8/2026), Mendagri menegaskan keseriusan pemerintah dalam penanganan bencana.

"Pemerintah pusat pasti enggak akan tinggal diam. Kita keroyok semua ya," tegas Mendagri Muhammad Tito Karnavian, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com.

Selama lima hari penuh berada di Provinsi NTT, Mendagri telah melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai daerah yang terdampak langsung oleh gempa bumi.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh upaya penanganan bencana berjalan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terkena musibah.

Salah satu agenda penting Mendagri adalah melakukan supervisi terhadap penggunaan dana Transfer ke Daerah (TKD) di berbagai kabupaten dan kota di NTT.

Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat benar-benar tersalurkan dan digunakan secara tepat sasaran untuk pemulihan pascagempa.

Dikutip dari Kompas.com, Mendagri Muhammad Tito Karnavian memastikan negara hadir untuk korban gempa di NTT.