TIMESINDONESIA.MY.ID - Proses hukum yang saat ini melibatkan presenter ternama Ruben Onsu tengah menjadi sorotan publik. Perhatian masyarakat tertuju pada penggunaan rekaman CCTV yang diajukan sebagai salah satu alat bukti penting dalam perkara tersebut.
Dikutip dari Suara.com, pihak kuasa hukum Ruben Onsu akhirnya memberikan keterangan resmi terkait keputusan mereka. Keputusan tersebut berkaitan dengan tindakan membatasi akses publik terhadap rekaman CCTV yang ada.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga privasi pihak-pihak terkait. Selain itu, pembatasan akses ini juga dilakukan guna melindungi kepentingan hukum yang sedang berjalan di persidangan.
"Keputusan untuk hanya menampilkan potongan rekaman CCTV diambil demi menjaga privasi serta kepentingan hukum yang sedang berjalan," ujar pihak kuasa hukum Ruben Onsu.
Pihak kuasa hukum menjelaskan bahwa terdapat pertimbangan teknis dalam penyajian bukti tersebut. Hal ini dilakukan agar proses pembuktian tetap berjalan secara profesional dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
"Terdapat pertimbangan teknis dan etis dalam penyajian bukti tersebut di ruang publik," kata pihak kuasa hukum Ruben Onsu.
Selain aspek teknis, mereka juga menekankan pentingnya etika dalam penyebaran informasi terkait materi perkara. Mereka berusaha memastikan bahwa bukti yang disampaikan tidak disalahgunakan oleh pihak mana pun.
"Tidak semua bagian rekaman relevan untuk dipublikasikan secara luas kepada khalayak umum," tegas pihak kuasa hukum Ruben Onsu.
Hingga saat ini, pihak Ruben Onsu terus berupaya mengikuti seluruh prosedur hukum dengan kooperatif. Mereka berharap masyarakat dapat memahami alasan di balik pembatasan akses bukti rekaman tersebut.