TIMESINDONESIA.MY.ID - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Lady Nayoan setelah ditinggal pergi oleh sosok ibunda tercinta, Rima Sania Pontoh, untuk selama-lamanya. Kepergian sang ibu menjadi momen yang sangat berat bagi keluarga besar yang kini harus merelakan sosok panutan mereka.

Prosesi pemakaman almarhumah dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026). Lokasi peristirahatan terakhir dipilih di pemakaman keluarga yang terletak di kawasan Jombang atau Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan pelaksanaan ibadah tutup peti sebagai penghormatan terakhir bagi mendiang Rima Sania Pontoh. Setelah ibadah selesai, jenazah kemudian diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir dengan diiringi pihak keluarga.

Prosesi pengantaran jenazah ke liang lahat berlangsung dengan tata cara Kristen yang penuh dengan suasana khidmat. Seluruh keluarga dan kerabat yang hadir tampak menyatu dalam doa untuk mengantar kepergian almarhumah.

Para pelayat yang hadir dalam prosesi tersebut tampak kompak mengenakan pakaian berwarna putih. Warna putih tersebut dipilih sebagai simbol penghormatan terakhir sekaligus tanda kasih sayang kepada mendiang ibunda Lady Nayoan.

Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, suasana haru sangat terasa sepanjang prosesi pemakaman berlangsung. Kehadiran para pelayat menjadi bentuk dukungan moral bagi Lady Nayoan dan keluarga dalam menghadapi masa sulit ini.

"Kepergian ibunda tercinta meninggalkan duka mendalam bagi seluruh keluarga besar Lady Nayoan," ujar sumber dari TREN.HOTNEWS.ID.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih terus menerima ucapan belasungkawa dari berbagai kerabat dan rekan. Prosesi pemakaman berjalan dengan tertib hingga seluruh rangkaian acara di pemakaman selesai dilaksanakan.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google