TIMESINDONESIA.MY.ID - Antusiasme pecinta gawai kini tertuju pada Vivo yang dikabarkan akan segera meluncurkan lini ponsel pintar terbarunya, Vivo X500 Series, pada bulan September mendatang. Rangkaian produk ini dipastikan hadir dalam tiga varian berbeda untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.

Dikutip dari Uzone.id, tiga model yang akan diperkenalkan ke publik terdiri dari Vivo X500 standar, Vivo X500 Pro, dan varian dengan spesifikasi tertinggi yakni Vivo X500 Pro Max. Kehadiran seri ini diharapkan mampu menjadi standar baru dalam industri fotografi ponsel.

Pihak produsen secara khusus menaruh perhatian besar pada kemampuan perekaman video yang diklaim setara dengan kualitas sinema profesional. Fokus utama ini menjadi daya tarik utama bagi para kreator konten yang membutuhkan perangkat mumpuni.

"Vivo mengklaim bahwa X500 Series akan membawa kemampuan perekaman video yang sekelas dengan kualitas sinema," ujar Muhammad Faisal Hadi Putra dalam tulisannya.

Kecanggihan fitur kamera tersebut rencananya akan disematkan secara eksklusif pada model Pro dan Pro Max. Teknologi yang diusung diberi nama ‘Zeiss Ultra Dynamic Main Camera’ sebagai hasil kolaborasi strategis antara Vivo, Sony, dan tim Blueprint Imaging.

Sensor Phantom 900 yang ditanamkan pada kamera utama tersebut memiliki keunggulan teknis yang cukup signifikan. Sensor ini dikembangkan khusus untuk memastikan kualitas gambar tetap tajam dalam berbagai kondisi pencahayaan.

"Sensor custom Phantom 900 ini diklaim memiliki dynamic range hingga 17EV, yang memungkinkan kamera menangkap detail lebih baik pada area terang maupun gelap dalam kondisi kontras tinggi," jelas Muhammad Faisal Hadi Putra.

Selain itu, perangkat ini juga menawarkan fleksibilitas tinggi bagi videografer melalui dukungan perekaman video slow motion 4K pada 240 FPS. Pengguna juga dimanjakan dengan fitur perekaman video HDR beresolusi 4K pada 120 FPS.

Khusus untuk model tertinggi, yakni Vivo X500 Pro Max, terdapat peningkatan stabilitas yang sangat krusial. Kamera utamanya telah dilengkapi dengan teknologi OIS yang memiliki sudut koreksi hingga 3 derajat serta standar stabilisasi profesional CIPA 7.0.