TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden penculikan bayi laki-laki baru saja terjadi di RSU Sundari Medan, yang terletak di Jalan Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara. Kejadian ini menarik perhatian publik karena melibatkan mantan tenaga medis yang pernah bertugas di lokasi tersebut.
Dikutip dari media lokal, pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai hilangnya seorang bayi dari ruang perawatan. Tim dari Polrestabes Medan segera melakukan penyelidikan intensif untuk melacak keberadaan pelaku dan korban.
Dalam operasi penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua orang perempuan yang diduga kuat sebagai pelaku penculikan. Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengungkap motif di balik tindakan nekat tersebut.
Identitas kedua pelaku telah dikonfirmasi oleh pihak berwajib berinisial A dan P. Salah satu di antara mereka, yakni pelaku berinisial A, diketahui merupakan mantan perawat yang pernah bekerja di RSU Sundari Medan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus ini. Beliau menjelaskan bahwa identitas kedua pelaku telah terkonfirmasi melalui serangkaian proses penyidikan.
"Kedua pelaku berinisial A dan P, di mana pelaku berinisial A merupakan mantan perawat di rumah sakit tersebut," ujar AKBP Adrian Risky Lubis.
Keterlibatan mantan perawat dalam insiden ini memunculkan pertanyaan mengenai celah keamanan di fasilitas kesehatan. Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami bagaimana pelaku dapat mengakses ruang perawatan dengan mudah.
Hingga saat ini, kondisi bayi yang menjadi korban dilaporkan dalam keadaan selamat dan telah kembali ke pihak keluarga. Penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan oleh penyidik untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perencanaan penculikan ini.
Pihak rumah sakit diharapkan dapat melakukan evaluasi internal mengenai prosedur keamanan bagi pasien dan pengunjung. Hal ini menjadi catatan penting agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.