TIMESINDONESIA.MY.ID - Dunia pendidikan di Kota Medan kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh seorang tenaga pengajar. Peristiwa ini terjadi di lingkungan SD Negeri 060807 Medan.
Seorang guru yang diketahui berinisial DAL diduga telah melakukan tindakan fisik terhadap 10 orang siswa. Kejadian tersebut dipicu oleh alasan para siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan.
Pihak orang tua siswa yang tidak menerima perlakuan tersebut kemudian menindaklanjuti kejadian ini kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Medan. Hal ini memicu proses investigasi internal terhadap oknum guru yang bersangkutan.
Dikutip dari detikSumut, pihak Dinas Pendidikan Medan segera mengambil langkah tegas untuk menangani persoalan tersebut. Mereka memastikan lingkungan sekolah tetap kondusif bagi para siswa selama proses pemeriksaan berlangsung.
"Informasi terakhir yang kami dapat guru tersebut sudah resign, mengundurkan diri. Dari kemarin, semenjak kejadian itu, kita perintahkan jangan ngajar dulu, dikasih piket saja. Namun yang bersangkutan mau resign, sehingga membuat surat pernyataan pengunduran diri. Jadi bukan kita yang memaksa," ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Medan, Mujiono.
Pasca kejadian tersebut, DAL tidak lagi diperbolehkan mengisi kegiatan belajar mengajar di kelas. Pihak sekolah sempat menugaskan yang bersangkutan untuk menjalankan tugas piket sembari menunggu proses penyelesaian masalah.
Langkah pengunduran diri ini diambil atas keinginan pribadi oknum guru tersebut setelah mendapatkan teguran dari pihak dinas terkait. Hingga saat ini, pihak sekolah masih terus memantau situasi agar proses belajar mengajar tetap berjalan normal.
Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi tenaga pendidik lainnya dalam menerapkan disiplin kepada siswa. Pendekatan edukatif dinilai lebih efektif dibandingkan tindakan yang melanggar aturan perlindungan anak.
Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus mengawasi standar operasional prosedur di setiap sekolah. Hal ini dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.