TIMESINDONESIA.MY.ID - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, melakukan peninjauan langsung terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo.
Peninjauan ini dilakukan pada hari Minggu, 9 Agustus, yang bertujuan untuk memantau secara komprehensif proses pemadaman api yang sedang berlangsung.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Raja Juli Antoni didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk perwakilan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), unsur TNI, Polri, serta pimpinan daerah yang terdampak langsung oleh kebakaran.
Fokus utama peninjauan adalah pemantauan proses pemadaman api, baik yang dilakukan dari darat maupun dari udara, guna mengevaluasi efektivitas strategi yang diterapkan.
Sejumlah titik api dilaporkan masih aktif membara, terutama di kawasan Tebing P-30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, serta di sekitar Gunung Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
"Helikopter water bombing akan digunakan secara maksimal hingga api benar-benar padam," demikian pernyataan Menteri Kehutanan terkait intensifikasi upaya pemadaman.
Beliau juga menegaskan bahwa pemadaman dari udara menggunakan water bombing menjadi salah satu strategi krusial. Hal ini dikarenakan kemampuannya menjangkau area-area yang sulit diakses oleh tim pemadam dari darat.
"Pemadaman dari udara, kata Raja Juli, menjadi salah satu strategi penting untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses petugas dari darat."
Raja Juli Antoni turut memantau secara langsung proses pemadaman dari darat dan udara, memastikan koordinasi antarlembaga berjalan efektif dalam menghadapi situasi darurat ini.