TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa banjir yang sempat melanda kawasan Kota Padang, Sumatra Barat, pada awal Agustus lalu menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kendati genangan air sempat membasahi pemukiman warga, kondisi di lapangan saat ini dipastikan relatif terkendali tanpa kerusakan infrastruktur yang berarti.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan evaluasi penanganan bencana tersebut secara langsung saat ditemui di Jakarta Pusat pada Rabu (5/8/2026). Dikutip dari Kompas.com, penanganan pascabanjir di wilayah tersebut dinilai berjalan responsif dan terkoordinasi dengan baik.
Menurut Mendagri, banjir yang terjadi pada 3 Agustus tersebut memiliki karakteristik berbeda dari musibah serupa di masa lalu. Curah hujan yang turun tidak berlangsung secara terus-menerus selama berhari-hari, sehingga dampak buruknya dapat diminimalkan.
"Secara prinsip banjir ini terjadi pada tanggal 3 Agustus lalu. Hujan memang turun tetapi tidak seperti banjir lebat dulu yang terjadi berhari-hari, serta tidak membawa lumpur sehingga tidak ada rumah maupun fasilitas umum yang mengalami kerusakan berat," kata Tito Karnavian.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Tito usai menghadiri agenda konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta Pusat. Ia menegaskan bahwa jajarannya terus memantau perkembangan situasi bencana alam di daerah tersebut secara saksama.
Dalam menyikapi kejadian ini, Mendagri mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, koordinasi langsung juga dilakukan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatra Barat dan Wali Kota Padang.
Langkah penanganan darurat di lapangan langsung dieksekusi oleh jajaran pemerintah daerah guna memulihkan aktivitas warga. Penyaluran logistik dan bantuan pangan menjadi prioritas utama penanganan saat genangan air mulai surut.
"Pihak Wali Kota dan Sekda Provinsi sudah bergerak cepat di lapangan sejak awal. Mereka telah menyalurkan berbagai bantuan makanan dan kebutuhan pokok lainnya untuk warga," kata Tito Karnavian.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi warga Kota Padang. Pengawasan terhadap potensi bencana susulan pun tetap ditingkatkan demi menjamin keselamatan masyarakat setempat.