TIMESINDONESIA.MY.ID - Menjelang rencana aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026), pihak pemerintah mulai melakukan upaya preventif. Langkah ini diambil untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat tetap berjalan dengan tertib dan damai.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Alexander Sabar, memberikan arahan penting bagi publik. Ia menekankan pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi di platform digital selama periode penyampaian aspirasi tersebut.

"Kami berharap masyarakat yang aktif di media sosial dapat menggunakannya secara bertanggung jawab, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian atau melakukan provokasi," ujar Alexander Sabar.

Dikutip dari Kompas.com, pihak Komdigi menegaskan bahwa ruang digital memiliki peran krusial dalam mendukung stabilitas nasional. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk tidak menyebarkan konten negatif sangat diperlukan saat ini.

Alexander Sabar juga menyampaikan harapan pribadinya terkait jalannya aksi unjuk rasa di lapangan agar tetap berjalan kondusif. Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap dibarengi dengan kedewasaan dalam bersikap.

"Harapan kami, kegiatan besok dapat berlangsung dengan aman sehingga aspirasi tersampaikan dengan baik, baik di ruang fisik maupun di ruang digital kita," tutur Alexander Sabar.

Upaya pengawasan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi agar tidak terjadi penyebaran hoaks atau hasutan yang dapat memicu konflik di masyarakat. Komdigi terus memantau dinamika informasi yang beredar di berbagai kanal media sosial.

Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana yang sejuk dan damai. Kedewasaan dalam berdemokrasi diharapkan menjadi kunci utama dalam setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google