TIMESINDONESIA.MY.ID - Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan geografis yang cukup signifikan terkait dengan meningkatnya aktivitas seismik. Fenomena alam ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak demi menjamin keselamatan masyarakat di masa depan.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, secara tegas menyoroti urgensi evaluasi menyeluruh terhadap sistem kesiapsiagaan nasional. Langkah ini dianggap krusial guna menghadapi potensi ancaman bencana di Tanah Air.
Pandangan tersebut disampaikan Lestari dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Denpasar 12 pada Rabu (26/8/2026). Acara ini membedah risiko sistemik dari peningkatan aktivitas gempa bumi yang terjadi sepanjang Agustus 2026.
Dikutip dari sumber resmi, diskusi tersebut secara khusus menyoroti tantangan yang dihadapi oleh kawasan-kawasan padat penduduk. Fokus utamanya adalah bagaimana membangun ketangguhan masyarakat di tengah ancaman gempa yang nyata.
"Indonesia adalah kawasan rawan bencana. Upaya membangun kesiapsiagaan nasional dengan sistem pendidikan dan infrastruktur yang adaptif, serta penguatan literasi masyarakat terkait kebencanaan harus segera diwujudkan," ujar Lestari Moerdijat.
Lestari menambahkan bahwa momentum peningkatan aktivitas seismik ini harus dijadikan titik balik bagi pemerintah dan masyarakat. Evaluasi sistematis perlu dilakukan agar Indonesia lebih siap menghadapi setiap potensi bencana yang mungkin terjadi.
"Bencana alam di Tanah Air harus menjadi momentum untuk mengevaluasi dan membangun kesiapsiagaan nasional, mulai dari sistem pendidikan, infrastruktur, hingga literasi kebencanaan," kata Lestari Moerdijat.
Pembangunan infrastruktur yang tahan gempa menjadi salah satu poin utama yang ditekankan dalam diskusi tersebut. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang vital bagi keberlangsungan hidup warga di wilayah rawan.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga memegang peranan penting dalam membentuk karakter masyarakat yang sadar bencana. Literasi kebencanaan yang kuat diyakini mampu meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa saat peristiwa terjadi.