- TIMESINDONESIA.MY.ID - Perjalanan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan di seberang Laut Natuna Utara membutuhkan waktu tempuh laut yang signifikan, mencapai belasan jam. Penulis artikel ini sendiri menempuh durasi tersebut untuk mencapai lokasi yang memiliki peran vital bagi kedaulatan negara.
Perjalanan ini diawali dengan moda transportasi udara, bertujuan untuk mencapai pulau Serasan. Pulau ini merupakan salah satu titik terdepan Indonesia yang berhadapan langsung dengan Laut Natuna Utara, Laut China Selatan, serta berdekatan dengan wilayah Malaysia dan Vietnam.
Penerbangan dari ibu kota Jakarta menuju Bandara Internasional Supadio di Pontianak memakan waktu kurang lebih 1 jam 40 menit. Selama penerbangan, pemandangan menarik tersaji, termasuk aliran Sungai Kapuas yang membentang luas dan siluet Kota Pontianak dari ketinggian.
Setibanya di Pontianak, langkah selanjutnya adalah melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Dwikora. Pelabuhan ini menjadi titik keberangkatan untuk fase perjalanan selanjutnya yang lebih panjang.
Keputusan untuk melanjutkan perjalanan menuju Natuna diambil dengan menggunakan kapal Pelni. Keberangkatan dijadwalkan pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, tepat pukul 19.00 WIB, menandai dimulainya etape laut yang panjang.
"Saya menempuh belasan jam perjalanan laut untuk mencapai Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan di seberang Laut Natuna Utara," ujar penulis artikel ini, menggambarkan durasi perjalanan yang ditempuh.
Perjalanan udara dari Jakarta ke Pontianak memakan waktu satu jam empat puluh menit, memberikan gambaran awal tentang jarak yang harus ditempuh. Pemandangan sungai dan kota dari udara menjadi bagian dari pengalaman awal.
Dari jendela pesawat, penulis mengamati "aliran Sungai Kapuas yang memanjang dan pemandangan Kota Pontianak," sebuah deskripsi visual dari lanskap yang dilalui.
"Setibanya di Pontianak, perjalanan berlanjut menuju Pelabuhan Dwikora," jelas penulis, menguraikan perpindahan moda transportasi dan destinasi selanjutnya di darat.