TIMESINDONESIA.MY.ID - Pihak kepolisian saat ini tengah memusatkan perhatian pada peristiwa tragis yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kejadian ini berlangsung pasca-unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pedagang cermin bernama Bambang Setiyawan dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, seorang warga lainnya yang bernama Fathurohman menjadi korban pengeroyokan oleh pihak yang belum teridentifikasi.
Dikutip dari Kompas.com, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, memberikan keterangan terkait perkembangan kasus ini. Ia menjelaskan bahwa pihak Polda Metro Jaya sedang bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam.
"Polda Metro kini tengah mendalami dan melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrokhman usai demo 27 Agustus malam yang lalu," ujar Yusril Ihza Mahendra.
Terkait siapa pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, Yusril menegaskan bahwa belum ada kesimpulan akhir. Pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti yang relevan di lapangan.
"Belum ada kesimpulan yang dapat diambil terkait pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas kasus kematian dan penganiayaan tersebut," kata Yusril Ihza Mahendra.
Sejauh ini, aparat penegak hukum memandang insiden tersebut sebagai bentuk bentrokan antara kelompok warga. Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan alur kejadian yang sebenarnya.
"Aparat penegak hukum sementara ini melihatnya sebagai bentrokan antara kelompok-kelompok warga masyarakat," tutur Yusril Ihza Mahendra.
Untuk menuntaskan kasus ini, pihak berwenang memerlukan waktu tambahan guna menghimpun berbagai informasi. Hal ini penting agar fakta-fakta di lapangan dapat terungkap secara transparan dan akurat.