TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah video yang menampilkan sajian mi ayam dengan porsi bumbu dan saus yang sangat banyak belakangan ini menjadi viral di media sosial. Tampilan yang disebut "brutal" ini menarik perhatian publik, khususnya terkait potensi kandungan natrium yang tinggi.
Fenomena mi ayam dengan taburan bumbu berlebihan ini ramai diperbincangkan di berbagai platform digital. Selain visualnya yang mencolok, penggunaan bumbu yang sangat banyak mengundang pertanyaan mengenai dampaknya bagi kesehatan tubuh.
Prof Dr dr Endang Susalit, SpPD-KGH, FINASIM, seorang spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan ginjal dan hipertensi, memberikan pandangannya mengenai fenomena ini. Beliau menekankan bahwa konsumsi makanan dengan bumbu berlebihan tidak langsung menimbulkan penyakit jika hanya sesekali.
"Konsumsi makanan dengan bumbu berlebihan tidak langsung menimbulkan penyakit jika hanya sesekali," ujar Prof Dr dr Endang Susalit, SpPD-KGH, FINASIM.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya moderasi dalam mengonsumsi makanan yang kaya akan bumbu dan penyedap rasa. Meskipun sesekali tidak berbahaya, kebiasaan ini dapat memicu masalah kesehatan dalam jangka panjang.
Fokus utama kekhawatiran terkait mi ayam viral ini adalah tingginya kadar natrium. Natrium, yang sering ditemukan dalam garam dan penyedap rasa, dapat memberikan rasa gurih pada makanan.
Namun, konsumsi natrium berlebihan secara terus-menerus dapat membebani kerja ginjal. Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring kelebihan natrium dari tubuh.
Jika asupan natrium terlalu tinggi, ginjal akan kesulitan membuangnya. Akibatnya, natrium dapat menumpuk dalam tubuh dan berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Dampak jangka panjang dari peningkatan tekanan darah ini dapat merusak pembuluh darah di ginjal, yang pada akhirnya mengganggu fungsinya. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan bumbu pada makanan sehari-hari.