TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah perkembangan signifikan tengah menyelimuti misteri jenazah pendaki yang telah lama dikenal sebagai 'Green Boots' di Gunung Everest. Jasad yang membeku selama kurang lebih tiga dekade ini dilaporkan memiliki peluang untuk dipulangkan dari ketinggian ekstrem tersebut.
Pemerintah India kini tengah merencanakan sebuah misi penyelamatan khusus. Misi berisiko tinggi ini bertujuan untuk mengevakuasi 'Green Boots' dari lereng gunung tertinggi di dunia.
Identitas 'Green Boots' diyakini adalah Dorje Morup, seorang pendaki asal India. Ia dilaporkan tewas akibat terjangan badai salju yang dahsyat saat sedang dalam perjalanan turun dari puncak Everest.
Peristiwa ini memunculkan kembali kisah tragis para pendaki di puncak dunia. Keberadaan jasad yang membeku menjadi saksi bisu perjuangan dan bahaya yang mengintai di ketinggian luar biasa.
Misi evakuasi ini sendiri menghadirkan tantangan tersendiri. Kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak menentu menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah persiapan.
Pihak berwenang India bertekad untuk menyelesaikan tugas mulia ini. Mereka berupaya mengembalikan jasad Dorje Morup kepada keluarganya setelah sekian lama terbaring di puncak dunia.
"Sebuah perkembangan penting tengah terjadi terkait jenazah pendaki yang telah lama menjadi ikon di Gunung Everest, dikenal dengan julukan 'Green Boots'," demikian kutipan dari tren.hotnews.id.
"Jasad yang membeku selama tiga dekade ini dilaporkan berpeluang untuk dipulangkan dari ketinggian ekstrem tersebut," lanjut kutipan dari tren.hotnews.id.
"Pemerintah India kini tengah merencanakan sebuah misi penyelamatan khusus," ujar perwakilan tren.hotnews.id.