TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah operasi gabungan yang sukses membongkar jaringan penyelundupan narkotika skala besar baru-baru ini berhasil menggagalkan peredaran 1,3 ton ketamin. Penangkapan ini melibatkan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal MV King Sun, menandai terungkapnya sebuah sindikat yang terorganisir.

Peristiwa penangkapan para ABK dan barang bukti narkotika jenis ketamin ini terjadi di perairan Batam. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan koordinasi antara berbagai pihak dalam upaya pemberantasan narkoba.

"Hari ini kita baru tiba dari Batam membawa 8 ABK MP King Sun yang tertangkap pada saat operasi gabungan membawa ketamin sebanyak 1,3 ton atau tepatnya adalah 1.298 kg," jelas Kombes Zulkarnain Harahap, Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Pernyataan ini disampaikan langsung di Markas Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (13/8/2026).

Para tersangka yang berhasil diamankan kini telah dibawa dari Batam menuju Jakarta. Tujuannya adalah untuk menjalani serangkaian pemeriksaan mendalam guna mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam kasus ini.

Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memiliki fokus utama untuk mengidentifikasi dan memburu pihak yang menjadi otak di balik aktivitas penyelundupan barang haram ini.

"Penyidik akan mendalami pemilik hingga pengendali penyelundupan barang haram 1,3 ton ketamin itu," tegas Kombes Zulkarnain Harahap. Pernyataan ini menggarisbawahi upaya Bareskrim untuk tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektualnya.

Lokasi kejadian penangkapan yang spesifik adalah di perairan Batam, sebuah wilayah yang strategis dan sering menjadi titik masuk aktivitas ilegal. Tanggal pasti penangkapan para ABK MV King Sun dan penyitaan barang bukti tersebut adalah pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Meskipun 8 ABK telah berhasil ditangkap, penyelidikan masih terus berlanjut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menelusuri lebih jauh hingga ke akar jaringannya.

Bareskrim Polri menegaskan bahwa perburuan terhadap otak dari sindikat penyelundupan ketamin ini menjadi prioritas utama. Hal ini penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia.