TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden penipuan yang merugikan terjadi di wilayah Tangerang Selatan, di mana seorang wanita lanjut usia menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan. Korban, yang diidentifikasi dengan inisial I (70), dilaporkan kehilangan mobil Toyota Fortuner kesayangannya akibat ulah para penipu.

Peristiwa ini bermula ketika salah satu pelaku mendekati korban dengan modus yang cukup meyakinkan. Pelaku tersebut mengaku sebagai mantan narapidana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diklaim memiliki aset bernilai miliaran rupiah.

Kejadian ini dilaporkan berlangsung pada hari Senin, tanggal 3 Agustus, di salah satu kawasan apartemen yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan. Pihak kepolisian setempat bergerak cepat dalam menangani kasus ini.

Dua orang terduga pelaku, yang masing-masing berinisial A (38) dan EJ (45), berhasil diamankan oleh aparat kepolisian. Penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang dilakukan setelah laporan korban diterima.

"Pelaku A berperan dengan mengaku sebagai mantan tahanan KPK dan menyampaikan kepada korban bahwa dirinya memiliki aset pribadi yang telah disita oleh KPK senilai kurang lebih Rp 3 miliar," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo kepada wartawan.

Sementara itu, pelaku lainnya yang berinisial EJ memainkan peran krusial dalam meyakinkan korban. EJ berpura-pura bertindak sebagai seorang pegawai KPK dalam skenario penipuan tersebut.

"Pelaku EJ berpura-pura menjadi pegawai KPK untuk meyakinkan korban. Pelaku mengaku kepada korban hendak mencairkan aset dan memerlukan sejumlah biaya," jelas Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo.

Dengan dalih hendak mencairkan aset yang konon disita KPK, para pelaku berhasil memeras korban hingga mobil mewah korban pun ikut raib dibawa kabur. Kasus ini menunjukkan betapa liciknya modus penipuan yang menargetkan kalangan rentan.

Dikutip dari Tangerang Raya News, modus penipuan ini semakin marak dan membutuhkan kewaspadaan tinggi dari masyarakat, terutama para lansia yang mungkin lebih mudah terpengaruh oleh cerita-cerita yang dibangun para pelaku.