TIMESINDONESIA.MY.ID - Memasuki musim tanam yang krusial, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengambil langkah cepat untuk memulihkan lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Fokus utama pemanfaatan dana ini diarahkan untuk mengembalikan fungsi sawah agar dapat segera ditanami kembali.

Pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) ini menjadi instrumen penting dalam upaya menjaga keberlanjutan produktivitas para petani. Dengan sawah yang kembali subur, diharapkan pendapatan petani tidak terganggu.

Kondisi ini menjadi semakin mendesak mengingat Nagan Raya telah memasuki periode tanam. Sejumlah lahan pertanian yang terdampak bencana dilaporkan masih dalam proses pemulihan, salah satunya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Untuk mengatasi tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah melakukan sinkronisasi anggaran. Langkah ini diambil untuk memastikan pemanfaatan tambahan TKD berjalan selaras dengan dukungan yang diberikan oleh Kementerian Pertanian.

Penyelarasan program ini sangat diperlukan agar alokasi anggaran dapat diarahkan secara presisi. Dana tersebut akan difokuskan pada lahan-lahan yang paling membutuhkan penanganan segera.

Manfaat dari program pemulihan lahan ini diharapkan dapat segera dirasakan secara langsung oleh para petani. Hal ini menjadi prioritas agar mereka dapat kembali beraktivitas pertanian tanpa hambatan.

"Optimalisasi TKD dilakukan agar sawah yang rusak dapat kembali ditanami dan produktivitas petani tetap terjaga," demikian pernyataan yang disampaikan.

"Percepatan tersebut semakin mendesak karena Nagan Raya telah memasuki musim tanam dan sejumlah lahan sawah rusak masih dalam fase pemulihan, termasuk di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang," lanjutnya.

"Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyelaraskan pemanfaatan tambahan TKD dengan dukungan anggaran Kementerian Pertanian," terang pihak pemerintah daerah.