TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 dilaporkan telah mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu sore, 16 Agustus 2026. Peristiwa alam ini menimbulkan dampak signifikan di berbagai sektor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau dan melaporkan perkembangan terkini pasca-guncangan dahsyat tersebut. Data yang dihimpun menunjukkan adanya korban jiwa yang dilaporkan telah mencapai 53 orang.

Selain korban jiwa, data yang dihimpun menunjukkan adanya 137 warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa alam tersebut. Kondisi ini juga memaksa sedikitnya 5.659 warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat pengungsian yang lebih aman.

Peristiwa gempa bumi ini berpusat di wilayah Nusa Tenggara Timur, sebuah provinsi yang memang rentan terhadap aktivitas seismik. Guncangan kuat dilaporkan dirasakan di berbagai daerah, menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

"Hingga Minggu sore, 16 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan telah mencapai 53 jiwa," ujar perwakilan BNPB dalam keterangan resminya.

"Selain korban jiwa, data yang dihimpun menunjukkan adanya 137 warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa alam tersebut," imbuh perwakilan BNPB.

"Kondisi ini juga memaksa sedikitnya 5.659 warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat pengungsian yang lebih aman," tambahnya, menjelaskan dampak sosial gempa.

Pusat gempa berada di wilayah Nusa Tenggara Timur, sebuah provinsi yang dikenal memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi. Guncangan kuat yang terjadi menimbulkan kekhawatiran dan kerusakan di berbagai titik.

Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, gempa bumi bermagnitudo 7,7 ini berpusat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kejadian ini mengingatkan kembali akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di daerah rawan.