TIMESINDONESIA.MY.ID - Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia identik dengan kemeriahan berbagai lomba tradisional yang mengundang tawa dan semangat kebersamaan. Aktivitas seperti panjat pinang, balap karung, dan tarik tambang menjadi bagian tak terpisahkan dari euforia HUT RI.

Namun, euforia tersebut kerap kali disusul oleh rasa pegal yang tidak nyaman di hari berikutnya. Kondisi ini umum dialami banyak orang, terutama bagi mereka yang jarang berolahraga namun tiba-tiba melakukan aktivitas fisik intens.

Fenomena pegal otot setelah melakukan aktivitas fisik yang tidak biasa ini memiliki istilah medisnya sendiri. Hal ini dijelaskan oleh seorang ahli di bidangnya.

Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, dr Oryza Satria, SpOT(K), memberikan penjelasan mendalam mengenai penyebab pegal linu setelah aktivitas fisik yang intens. Penjelasannya ini penting untuk dipahami agar masyarakat tidak khawatir berlebihan.

"DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness adalah rasa nyeri otot yang muncul 12 hingga 48 jam setelah aktivitas fisik yang tidak biasa atau intens," ujar dr Oryza Satria, SpOT(K).

Hal ini terjadi karena adanya robekan mikroskopis pada serat otot akibat beban kerja yang melebihi kapasitas normal otot tersebut. Robekan ini kemudian memicu respons peradangan yang menyebabkan rasa nyeri.

"DOMS ini adalah respons alami tubuh terhadap stres fisik yang dialami otot. Ini sebenarnya tanda bahwa otot sedang beradaptasi dan menjadi lebih kuat," kata dr Oryza Satria, SpOT(K).

Kondisi ini sering terjadi pada individu yang baru memulai program latihan baru, meningkatkan intensitas latihan, atau melakukan gerakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, seperti saat perlombaan 17-an.

Meskipun menimbulkan ketidaknyamanan, DOMS umumnya akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Penanganan yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan.