TIMESINDONESIA.MY.ID - Obesitas kini dipandang sebagai kondisi kesehatan yang kompleks, membutuhkan penanganan lebih dari sekadar menargetkan penurunan angka pada timbangan. Pendekatan yang menyeluruh sangatlah penting untuk mengungkap akar permasalahan yang unik pada setiap individu.
Hal ini diungkapkan oleh spesialis gizi klinis dari Rumah Sakit Brawijaya, dr. Prinindita Artiara Dewi, SpGK. Beliau menekankan bahwa perubahan gaya hidup memegang peranan krusial dalam mengatasi obesitas secara efektif.
Fokus utama dalam penanganan obesitas, menurut dr. Prinindita, terletak pada evaluasi mendalam terhadap pola makan dan aktivitas fisik harian. Kedua aspek ini menjadi pilar utama yang menentukan keberhasilan intervensi.
"Jadi yang pertama memang harus modifikasi gaya hidup karena kan kita makan kali sehari, kita bergerak juga setiap hari," ujar dr. Prinindita. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kebiasaan keseharian adalah fondasi terpenting untuk memulai perubahan.
Pendekatan holistik ini bertujuan untuk memahami lebih dalam faktor-faktor yang berkontribusi terhadap obesitas pada setiap orang. Identifikasi akar permasalahan menjadi langkah awal sebelum merancang intervensi yang tepat.
Modifikasi gaya hidup mencakup penyesuaian kebiasaan makan yang lebih sehat dan peningkatan frekuensi serta intensitas aktivitas fisik. Kombinasi keduanya sangat esensial untuk mencapai hasil yang optimal.
Rumah Sakit Brawijaya menjadi salah satu institusi yang mendukung pendekatan ini, melalui para ahli gizinya yang siap memberikan panduan komprehensif. Tujuannya adalah memberdayakan individu untuk mengelola berat badan mereka secara berkelanjutan.