TIMESINDONESIA.MY.ID - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyatakan sikapnya terkait rencana Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). PDI-P menyambut baik niat presiden untuk meningkatkan gizi anak Indonesia.
Meskipun mendukung program tersebut, PDI-P menggarisbawahi pentingnya perombakan total terhadap sistem pelaksanaannya. Hal ini dianggap krusial untuk menjawab berbagai persoalan yang masih ada dalam implementasi program saat ini.
Menurut Ketua DPP PDI-P Charles Honoris, sistem MBG yang berjalan saat ini masih memiliki kerentanan. Celah korupsi dan isu keamanan pangan menjadi sorotan utama yang berpotensi menimbulkan kembali kasus keracunan.
"Kita mendukung penuh Bapak Presiden niatnya ya untuk bisa memberikan makanan yang baik pada anak-anak, memperbaiki kondisi gizi anak-anak Indonesia, menurunkan angka stunting. Tetapi niat baik harus diikuti dengan perencanaan yang baik dan juga sistem yang baik," ujar Charles Honoris.
Charles Honoris lebih lanjut menekankan bahwa perbaikan program tidak bisa hanya dilakukan secara parsial. Diperlukan sebuah desain ulang yang komprehensif agar program dapat berjalan lebih efektif dan aman.
"Karena itu, saya tetap berpendapat bahwa kita harus melakukan redesign total dari program ini, tidak bisa lagi menggunakan format seperti sekarang," sambung Charles Honoris.
Sebagai solusi konkret, Wakil Ketua Komisi IX DPR ini mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan produksi makanan untuk program MBG dilakukan langsung oleh dapur-dapur yang berada di lingkungan sekolah.
Usulan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan memastikan kualitas serta keamanan pangan yang disajikan kepada para siswa penerima manfaat program.
Dikutip dari Kompas.com, pernyataan Charles Honoris disampaikan di Gedung DPR RI pada Jumat, 14 Agustus 2026.