TIMESINDONESIA.MY.ID - Polda Metro Jaya mengambil tindakan tegas terhadap maraknya penyebaran informasi palsu di media sosial menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Seorang wanita berinisial DM (45) yang merupakan pemilik akun TikTok @devimahadika67 resmi diamankan oleh pihak kepolisian. Dikutip dari CNN Indonesia, DM diduga kuat menyebarkan hoaks berupa ajakan demonstrasi menjelang momentum 17 Agustus.

Penangkapan terhadap pelaku berawal dari langkah proaktif tim patroli siber yang secara rutin memantau dinamika informasi di platform digital. Langkah pencegahan ini dilakukan guna mengantisipasi timbulnya kegaduhan serta keresahan di tengah publik akibat disinformasi.

"Pengungkapan kasus ini bermula dari hasil pemantauan tim patroli siber, dan untuk pendalaman pemeriksaan selanjutnya masih kami lakukan," kata AKBP Ardian Satrio Utomo.

Setelah serangkaian penyelidikan dan pelacakan digital, petugas akhirnya berhasil menemukan keberadaan pelaku di wilayah Jawa Barat. DM diamankan tanpa perlawanan di kediamannya yang berlokasi di Kabupaten Ciamis pada Minggu (2/8).

Dalam proses penangkapan tersebut, kepolisian menyita barang bukti berupa satu unit ponsel pintar milik tersangka. Perangkat tersebut diduga kuat digunakan untuk mengunggah serta menyebarkan rekaman video provokatif ke platform TikTok.

Berdasarkan hasil analisis awal, modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengunggah kembali dokumentasi aksi unjuk rasa yang sudah lama terjadi. Pelaku kemudian menyunting video tersebut dan menambahkan narasi seolah-olah bakal ada aksi massa besar pada peringatan HUT RI ke-81.

"Video demo yang dulu-dulu dinaikkan kemudian dipotong-potong, seolah-olah mau ada demo 17 Agustus sebagai bentuk provokasi," ujar AKBP Ardian Satrio Utomo.

Saat ini, penyidik Subdit Siber Polda Metro Jaya masih terus melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap DM pada Selasa (4/8). Penyelidikan difokuskan untuk menggali latar belakang serta motif utama di balik pembuatan dan penyebaran konten hoaks tersebut.

"Saat ini wanita berinisial DM tersebut masih diperiksa secara intensif oleh penyidik untuk mendalami motifnya," tutur AKBP Ardian Satrio Utomo.