TIMESINDONESIA.MY.ID - Media sosial baru-baru ini diramaikan oleh peredaran video yang menarasikan seorang perempuan berpura-pura menjadi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk menculik siswa sekolah dasar. Peristiwa tersebut dinarasikan terjadi di kawasan Bayongbong, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten.

Dikutip dari informasi resmi kepolisian, aparat penegak hukum langsung bergerak cepat guna menanggapi kekhawatiran masyarakat. Tim kepolisian dari Polsek Pontang di bawah naungan Polda Banten segera melakukan penelusuran menyeluruh untuk memverifikasi kebenaran informasi yang beredar.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, narasi mengenai upaya penculikan di depan SDN 1 Bayongbong tersebut tidak terbukti. Petugas memastikan bahwa perempuan paruh baya yang terekam dalam video memang mengalami gangguan kejiwaan dan bukan sedang berpura-pura demi melancarkan tindak kriminal.

Insiden tersebut bermula ketika perempuan tersebut terlihat berada di sekitar Pasar Begog, Pontang, sebelum akhirnya rekaman videonya viral di media sosial. Keberadaan wanita tersebut sempat menyita perhatian masyarakat sekitar lantaran kondisinya yang tampak terlantar dan perilakunya yang tidak stabil.

"Sebelum kabar tersebut viral di media sosial pada Kamis (20/8) sekitar pukul 07.37 WIB, seorang perempuan paruh baya berpakaian kotor terlihat di Pasar Begog membawa selendang cokelat serta boneka, yang diduga mengalami gangguan jiwa dan sempat mengamuk," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea.

Peredaran video dengan narasi yang belum terkonfirmasi tersebut dinilai memicu kecemasan publik yang tidak perlu. Polisi memandang penting adanya klarifikasi berbasis fakta lapangan agar spekulasi liar mengenai modus penculikan anak tidak terus berkembang di tengah masyarakat.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar selalu bijak, tenang, dan kritis dalam menerima maupun menyebarkan konten di ruang digital. Warga diharapkan melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang sebelum membagikan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial.

Melalui penjelasan resmi ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Pontang dipastikan tetap aman dan terkendali. Penanganan terhadap perempuan yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut juga telah dikoordinasikan sesuai prosedur yang berlaku.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google