TIMESINDONESIA.MY.ID - Perak, logam mulia yang kerap dipandang sebagai "adik" emas, kini menunjukkan performa yang kian memukau di pasar global. Fenomena ini menarik perhatian para pelaku pasar dan investor yang mencari instrumen investasi bernilai tinggi.
Dalam perkembangan terbaru, JustMarkets, melalui Regional Marketing Team Lead (APAC), Niyas Yessengarayev, memberikan pandangan bahwa perak tidak lagi sekadar menjadi pelengkap emas. Aset ini memiliki faktor fundamental yang kuat dan karakter pergerakan harga yang unik.
Oleh karena itu, perak layak untuk dicermati secara terpisah oleh para trader maupun investor. Potensinya sebagai instrumen investasi kini semakin terangkat ke permukaan.
Data dari TradingEconomics menunjukkan lonjakan signifikan pada harga perak dunia. Secara tahunan, logam ini dilaporkan melonjak sekitar 69%.
Angka tersebut semakin impresif ketika melihat pergerakan dalam waktu singkat. Perak bahkan sempat menguat lebih dari 10% hanya dalam pekan pertama Agustus 2026.
Kenaikan dramatis ini patut dicatat karena jauh melampaui lonjakan harga emas. Emas tercatat mengalami kenaikan sekitar 30% pada periode yang sama.
Di pasar domestik Indonesia, tren positif ini juga tercermin jelas. Harga perak batangan yang diproduksi oleh Antam mengalami kenaikan tajam.
Menurut data resmi Logam Mulia, harga perak batangan Antam melonjak dari Rp39.450 menjadi Rp44.100 per gram. Perubahan signifikan ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.
"Perak tidak lagi sekadar menjadi pelengkap emas, namun memiliki faktor fundamental dan karakter pergerakan harga yang membuatnya layak dicermati secara terpisah oleh trader maupun investor," ujar Niyas Yessengarayev.