TIMESINDONESIA.MY.ID - Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026) bukan hanya menjadi forum kenegaraan penting. Acara ini juga diwarnai oleh kehadiran berbagai busana adat yang dikenakan oleh para anggota MPR RI serta tamu undangan.
Kehadiran beragam pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia secara nyata menghiasi ruang sidang. Busana adat tersebut tidak hanya menambah semarak suasana Sidang Tahunan.
Melainkan juga berfungsi sebagai representasi otentik dari kekayaan budaya dan keberagaman masyarakat Indonesia yang patut dibanggakan.
Salah satu anggota MPR RI yang turut memamerkan keindahan busana daerah adalah Ina Ammania, yang merupakan perwakilan dari Kelompok DPD. Beliau tampil memukau dengan mengenakan Tapis khas Lampung.
Pilihan busana ini dilatarbelakangi oleh kecintaan mendalam terhadap warisan leluhur. Ina Ammania melihatnya sebagai upaya sederhana namun berarti untuk ikut melestarikan kebudayaan daerahnya.
"Saya mengenakan Tapis khas Lampung sebagai bentuk kecintaan sekaligus upaya sederhana untuk ikut melestarikan warisan budaya daerah," ujar Ina Ammania, Anggota MPR RI dari Kelompok DPD.
Kehadiran busana adat dalam forum resmi seperti Sidang Tahunan MPR RI ini menunjukkan komitmen kuat terhadap persatuan dalam keberagaman. Hal ini menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan tradisi dan budaya dari Sabang sampai Merauke.
Suasana kenegaraan yang khidmat berpadu harmonis dengan nuansa kebangsaan yang kental. Pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi momen penting, namun keberagaman busana adat turut memperkaya makna persatuan.
Acara ini membuktikan bahwa kekayaan budaya Indonesia dapat ditampilkan dan dihargai dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam forum-forum kenegaraan yang strategis. Hal ini menjadi pengingat pentingnya menjaga dan merawat warisan bangsa.