TIMESINDONESIA.MY.ID - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai ramai diperbincangkan. Sejumlah tokoh potensial telah mengemuka, menandakan dinamika kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Berbagai nama telah disebut oleh para pengamat dan tokoh internal NU sebagai kandidat yang berpotensi memimpin PBNU ke depan. Dinamika ini menjadi perhatian menjelang agenda penting organisasi.

Wakil Ketua Steering Committee Muktamar ke-35 NU, Ulil Absar Abdalla, turut memberikan pandangannya mengenai figur-figur yang masuk dalam bursa calon. Ia menyebutkan beberapa nama yang dianggap memiliki kapasitas untuk memimpin PBNU.

"Selain Gus Yahya (Yahya Cholil Staquf, ada Gus Salam (Abdussalam Shohib, Gus Yusuf Chudlori, Gus Rozin (Abdul Ghofar Rozin), Gus Kikin (Abdul Hakim Mahfudz) ada Kiai Zulfa Mustofa," demikian ujar Gus Ulil kepada Kompas.com pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Gus Yahya, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, dipastikan akan kembali maju dalam pemilihan. Sebagai petahana, beliau memiliki rekam jejak kepemimpinan yang akan menjadi pertimbangan para muktamirin.

Sosok lain yang turut disebut adalah Gus Salam, yang dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang. Beliau juga memiliki kedekatan keluarga sebagai paman dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin.

Nama Zulfa Mustofa juga muncul dalam bursa ini. Beliau pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU di masa transisi ketika terjadi dinamika kepemimpinan antara Gus Yahya dan Kiai Miftachul Akhyar.

Munculnya berbagai nama ini menunjukkan adanya regenerasi dan aspirasi yang beragam di kalangan internal NU. Setiap kandidat membawa visi dan latar belakang yang berbeda untuk memimpin organisasi.

Proses pemilihan calon Ketua Umum PBNU ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa NU semakin maju dan berkontribusi bagi bangsa serta umat.