TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8) lalu, meninggalkan dampak signifikan. Sebanyak 47 unit kerja PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang beroperasi di wilayah tersebut dilaporkan turut terdampak oleh kejadian alam ini.
Melalui pemantauan intensif, PT PNM berhasil mengonfirmasi kondisi keselamatan 792 karyawannya yang berada di area terdampak. Upaya ini menjadi langkah awal dalam merespons situasi darurat yang dihadapi oleh insan PNM.
Menyadari urgensi bantuan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli segera bergerak. Lembaga ini melakukan pemetaan mendalam terhadap kebutuhan yang paling mendesak di lokasi-lokasi terdampak bencana.
Tujuan utama dari pemetaan kebutuhan ini adalah untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Bantuan tersebut ditujukan tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga untuk para karyawan PNM yang turut merasakan dampak gempa.
Untuk mempercepat proses identifikasi kebutuhan prioritas, PNM mengerahkan tim khusus bernama RESPATI. Tim ini dibentuk untuk memastikan respons yang cepat dan efektif dalam situasi kebencanaan.
Tim RESPATI mulai bergerak pada Minggu (16/8), sehari setelah gempa terjadi. Mereka membawa serta bantuan awal yang sangat dibutuhkan oleh para korban, meliputi makanan instan dan berbagai jenis obat-obatan.
"Kami segera mengerahkan tim untuk memetakan kebutuhan prioritas di sejumlah titik terdampak," ujar salah satu perwakilan PNM, mengenai pergerakan tim RESPATI.
"Tim mulai bergerak pada Minggu (16/8) dengan membawa bantuan awal berupa makanan instan dan obat-obatan," tambahnya, menjelaskan jenis bantuan yang didistribusikan.
Dikutip dari Kompas.com, PNM menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan kepada komunitasnya di tengah kesulitan. Respons cepat ini mencerminkan nilai kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar.