TIMESINDONESIA.MY.ID - Polda Metro Jaya menggelar sebuah aksi solidaritas yang menyentuh hati bagi para korban bencana alam gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan empati mendalam dari jajaran kepolisian.
Dalam apel pagi yang berlangsung di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, seluruh personel yang hadir menunjukkan sikap solidaritas. Mereka terlihat mengenakan pita hitam yang tersemat di lengan baju mereka.
Penggunaan pita hitam ini bukan sekadar simbolis, melainkan manifestasi nyata dari rasa duka cita yang mendalam. Hal ini menjadi penanda keprihatinan institusi terhadap musibah yang menimpa saudara sebangsa di NTT.
"Mungkin banyak yang bertanya-tanya saat ini kita memakai pita hitam, ya," ujar Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries, menjelaskan makna di balik atribut tersebut.
Beliau melanjutkan, "Bahwa tanggal 15 kemarin terjadi bencana gempa bumi di tiga wilayah, Sumatera Utara, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur."
Namun, Kombes Laode Aries menekankan dampak terparah dari gempa tersebut. "Tetapi yang lebih parah dan banyak korban jiwa, harta benda ini di Nusa Tenggara Timur," tegasnya.
Doa bersama yang dipanjatkan dalam apel pagi tersebut diharapkan dapat memberikan kekuatan dan ketabahan bagi seluruh korban gempa. Selain itu, doa ini juga merupakan permohonan agar situasi segera pulih dan para korban diberikan bantuan yang memadai.
Aksi solidaritas ini menunjukkan bahwa Polda Metro Jaya tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama, terutama di masa-masa sulit seperti bencana alam.
Semangat kebersamaan dan kepedulian seperti inilah yang perlu terus digelorakan di tengah masyarakat Indonesia. Tindakan Polda Metro Jaya ini menjadi contoh positif bagaimana institusi dapat menunjukkan dukungan moral kepada para korban.